Wujudkan Regenerasi Sektor Logistik, TIKI Gandeng Kampus Bangun Sistem “Link and Match”

Jakarta, PUBLIKASIPada peluncuran Rancangan Akhir Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang disusun Kementerian PPN/Bappenas untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Presiden RI Joko Widodo, menyebut ada tiga hal pokok yang menjadi acuan pembangunan Indonesia. Ketiganya adalah stabilitas bangsa yang terjaga, keberlanjutan dan kesinambungan, serta sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

SDM tidak hanya “unggul” dari segi jumlah–peluang bonus demografi akan dialami oleh Indonesia pada 2030-an dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai 68,3 persen dari total populasi–tetapi juga sisi kualitas. Baik secara fisik, skill, produktivitas, dan karakter disiplin yang dibarengi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berdasarkan data Global Innovation Index 2023, Indonesia berada di rangking ke 61 dan Global Talent Competitiveness Index 2023, menempati urutan ke 80 dari 152 negara. Sedangkan menurut laporan Institute for Management Development (IMD) World Talent Ranking (WTR) 2023, peringkat daya saing SDM Indonesia naik empat level ke posisi 47 dunia, dibandingkan pada 2022 yang berada di posisi 51.

Laporan tersebut didapat setelah IMD WTR membandingkan tingkat daya saing SDM di 64 negara dunia dengan mengevaluasi tiga faktor penentu. Mulai dari investasi dan pengembangan SDM, daya tarik bagi SDM asing, dan tingkat kesiapan untuk mempertahankan SDM di dalam negeri.

Adapun Visi Indonesia Emas 2045 merupakan panduan untuk mewujudkan Negara Nusantara yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Dalam visi ini, Indonesia menetapkan sasaran untuk masuk ke jajaran lima besar perekonomian terkuat di dunia saat menginjak usia 100 tahun pada 2045.

Visi Indonesia Emas, kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, harus dicapai dengan lompatan besar melalui transformasi ekonomi untuk membawa Indonesia keluar dari middle income trap dan melompat maju. Harapannya, ekonomi Indonesia dapat tumbuh rata-rata 6-7 persen pada tahun 2045. Dan, salah satu arah transformasi ekonomi untuk Indonesia Emas adalah integrasi ekonomi domestik dan global.

Menurut Supply Chain Indonesia (SCI), mewujudkan integrasi ekonomi domestik dan konektivitas global membutuhkan sistem logistik nasional yang tangguh. Gayung bersambut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa sistem logistik merupakan salah satu kunci penting dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pasalnya, sektor kurir dan logistik memberikan kontribusi yang signifikan bagi Produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Data BPS menunjukkan sektor transportasi dan pergudangan pada 2022 tumbuh paling tinggi dari sisi produksi, hingga menembus 19,87 persen. Triwulan I 2023 ini, sektor ini juga menjadi sektor dengan pertumbuhan paling signifikan sebesar 15,93%.

Karena itu Airlangga berpesan, kolaborasi antar stakeholder dalam penguatan sektor logistik dan rantai pasok nasional tidak terbatas hanya pada integrasi sistem, tetapi juga infrastruktur dan sumber daya manusia.

Pesan pentingnya kualitas SDM dan kolaborasi dalam penguatan sektor logistik tersebut– ditambah pengalaman selama 53 tahun ikut andil dalam pembangunan dan pengembangan sektor kurir dan logistik di Indonesia–sejalan dengan lompatan besar yang telah dijalankan Direktur Utama PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI), Yulina Hastuti, dalam meningkatkan kualitas SDM di sektor industri kurir dan logistik (jasa pengiriman dan logistik).

Butuh Anak Muda

Direktur Utama PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) Yulina Hastuti, mengungkapkan bahwa di tahun 2023 industri logistik yang dipimpinnya tengah mengampanyekan #LogisTIKIndonesiaButuhAnakMuda. Kampanye ini menegaskan, pentingnya regenerasi sektor logistik dengan menjaring lebih banyak talenta-talenta muda Indonesia.

TIKI menempatkan regenerasi sektor kurir dan logistik di posisi penting. Alasannya, talenta muda merupakan cerminan konsumen saat ini dan masa depan karena generasi muda inilah yang dapat memberikan masukan, ide-ide segar sesuai keinginan dan kebutuhan konsumen.

Tentu termasuk juga keahlian generasi muda dalam pemanfaatan teknologi. Talenta muda merupakan generasi yang tech-savvy. Generasi yang lebih mudah memahami dan beradaptasi dengan munculnya setiap teknologi baru, dan memberikan wawasan yang bermanfaat bagi perkembangan perusahaan dalam pemanfaatan teknologi.

Karena itu, industri kurir dan logistik nasional, khususnya TIKI merasa perlu menjaring lebih banyak talenta-talenta muda berbakat agar semakin kompetitif dan mendukung kebutuhan industri masa depan.

“Kilas balik resistensi industri kurir dan logistik di masa pandemi kemarin menjadi pembuktian bahwa industri ini memiliki potensi bisnis yang sangat besar dan memiliki daya tahan yang tinggi di masa krisis. Potensi jasa kurir di masa depan diyakini akan semakin cemerlang seiring dengan peningkatan potensi ekonomi digital,” kata Yulina Hastuti kepada Abdullah Karim S dari koranpublikasi.com, Kamis (14/12/2023).

Ia menyebut, prospek industri kurir dan logistik Indonesia ke depan diperkirakan mencapai US$146 miliar pada 2025. Potensinya diperkirakan meningkat menjadi 8 kali lipat pada 2030. Karena itu, industri jasa kurir dan logistik perlu mempersiapkan kompetensi SDM dengan regenerasi, dan memperkuat konektivitas.

Ditambah lagi dengan era teknologi digital dan green society, industri kurir & logistik semakin membutuhkan sentuhan dan ide-ide segar dari generasi muda yang lebih relate dengan kondisi saat ini.

“Dalam hal SDM, pekerjaan rumah bagi kami para pemangku kepentingan di sektor logistik adalah meningkatkan kualitas SDM kita agar dapat beradaptasi dengan kebutuhan industri.  Tentunya ini bukan beban tanggung jawab universitas saja sebagai lembaga pendidikan formal, namun juga kami sebagai pelaku industri,” tuturnya.

Dengan latar belakang tersebut, tahun ini, TIKI meluncurkan kampanye #LogisTIKIndonesiaButuhAnakMuda. Melali kampanye ini, TIKI mengambil langkah proaktif dalam merangkul dan mendorong partisipasi generasi muda Indonesia untuk menjadi bagian dari masa depan logistik Indonesia.

Komitmen itu dibuktikan perusahaan jasa pengiriman terkemuka dengan rekam jejak 53 tahun di Indonesia ini dengan merangkul dan mendorong partisipasi generasi muda Indonesia untuk menjadi bagian dari masa depan logistik nasional. Diantaranya menggandeng Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Pelaksana TIKI, Trie Maulana A dan Rektor Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Dr. Yuliantini, AMTrU, pada Juli 2023 lalu.

Hal serupa juga dilakukan dengan dua kampus terkemuka lainnya yang memiliki program studi transportasi dan logistik, yakni Universitas Pertamina dan Politeknik APP Jakarta. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh pihak TIKI dengan perwakilan dari masing-masing kampus, di Jakarta pada Oktober 2023 lalu. Dari TIKI langsung ditandatangani Yulina Hastuti; dan Amrin Rapi, S.T, M.T, Direktur Politeknik APP Jakarta; Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., Rektor Universitas Pertamina.

Kerjasama mencakup program pelatihan dan pendidikan mahasiswa melalui praktisi mengajar dan kunjungan mahasiswa, program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, dan program magang. Kemudian, memfasilitasi karyawan TIKI yang ingin memperkaya ilmu pengetahuannya dan menempuh pendidikan melalui program khusus antara TIKI dengan seluruh kampus yang bekerjasama. Tidak kalah pentingnya, kerjasama juga membuka peluang kewirausahaan melalui program kemitraan TIKI dengan program khusus.

“Sejauh ini, kami telah menggandeng tiga kampus terkemuka untuk jurusan Transportasi & Logistik dalam mendukung pengembangan kompetensi SDM muda Indonesia agar dapat mengikuti kebutuhan industri di masa depan,” ungkap Yulina Hastuti.

Sebelumnya, TIKI juga telah mengadakan roadshow kampus dengan menggandeng Narasi Academy menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang seru, menyenangkan dan menambah wawasan mulai dari Conference, Classes, dan Reels Competition. Terdapat sekitar 5 kampus di Jakarta dan Bandung yang akan dikunjungi TIKI selama September – November 2023, antara lain ITL Trisakti, Politeknik APP, UPI Bandung, Universitas Telkom dan Universitas Pertamina.

Link and Match

Kerja nyata TIKI menggandeng universitas untuk bekerjasama dalam pengembangan kompetensi SDM sekaligus menjaring talenta-talenta muda berbakat, mendapat sambutan yang sangat baik dari pelaku pendidikan. Salah satunya, Politeknik APP Jakarta.

“Kami menyambut sangat baik kerjasama yang terjalin antara Politeknik APP Jakarta dan TIKI. Bagi kami, hal ini memberikan kesempatan yang besar untuk dapat menjalankan program-program studi kami dengan lebih baik,” kata Ketua Program Studi Manajemen Logistik Industri Elektronika Politeknik APP Jakarta, Erika Fatma, M.T, MBA, CPLM., kepada Abdullah Karim S dari koranpublikasi.com, pada Selasa (21/11/2023).

Demikian juga para mahasiswa-mahasiswi Politeknik APP Jakarta menyambut kerjasama tersebut dengan antusias.

“Mahasiswa juga menyambut kesempatan ini dengan sangat antusias. Hal ini akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk dapat mengetahui lebih dalam dan lebih dekat mengenai salah satu perusahaan kurir terbaik di Indonesia,” tutur Erika Fatma.

Ia menyebut, sistem logistik memiliki peran krusial dalam mengelola aliran pergerakan barang, informasi, dan uang yang sangat dibutuhkan dalam memastikan kelancaran operasional perusahaan.

Sementara manajemen rantai pasok membantu industri atau perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Dengan fokus yang tepat pada logistik dan manajemen rantai pasok, perusahaan pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan tetap bersaing di pasar global yang dinamis.

Pemahaman yang baik tentang rantai pasok dan implementasi strategi yang tepat dapat menjadi kunci kesuksesan dalam mencapai kinerja dan daya saing yang tinggi. Namun saat ini Indonesia masih membutuhkan SDM di bidang logistik dalam jumlah besar. Pasalnya, industri logistik memerlukan SDM yang memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan teknis dan operasionalnya.

Hal itu mencakup pemahaman tentang manajemen rantai pasok, teknologi informasi, analitika data, dan kebijakan perdagangan internasional. Dengan gambaran demikian, diperlukan lembaga pendidikan yang dapat mencetak SDM yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Melihat kondisi tersebut, Program Studi Manajemen Logistik Industri Elektronika, Politeknik APP Jakarta, bertekad untuk turut andil memberikan jalan keluar dengan mebangun sistem pendidikan.

Erika Fatma mengatakan bahwa membangun sistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri menjadi keniscayaan, sehingga lulusan yang dihasilkan dapat langsung berkontribusi dalam penanganan operasional logistik di perusahaan.

“Politeknik APP Jakarta, telah lama membangun sistem link and match bersama sejumlah industri merancang kurikulum berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibangun di kampus sesuai dengan kebutuhan industri. Dan ini diupdate secara berkala untuk mengantisipasi berbagai perubahan industri yang sangat dinamis dan bergerak cepat,” jelas Erika Fatma.

Selain itu Politeknik APP Jakarta juga mengembangkan beberapa program lain, seperti program kerja industri dua semester (dual system) dan kuliah dengan praktisi (silver expert). Misalnya, Politeknik APP Jakarta menjalin kerjasama dengan PT TIKI.  Kerjasama  ini mencakup program pendidikan dan pelatihan untuk dosen di Politeknik APP Jakarta oleh Praktisi (Dosen Tamu) dari pihak TIKI.

Selanjutnya, pemanfaatan program pendidikan vokasi di Politeknik APP Jakarta bagi karyawan TIKI serta program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari TIKI. Kemudian, pengembangan SDM di bidang Transportasi dan Logistik bagi kedua belah pihak; pengembangan penelitian bersama serta pemanfaatan hasil penelitian dosen atau mahasiswa Politeknik APP Jakarta untuk TIKI.

Tak sampai disitu, ada juga program magang dan praktek kerja lapangan bagi mahasiswa dan dosen Politeknik APP Jakarta di Kantor Pusat  TIKI serta kunjungan mahasiswa, staf, dan dosen Politeknik APP Jakarta ke TIKI.

Keterlibatan Banyak Pihak

Pentingnya regenerasi sektor kurir dan logistik dengan menjaring lebih banyak talenta-talenta muda Indonesia yang memiliki keahlian, dibenarkan Head of Consulting Division Supply Chain Indonesia (SCI), Dr. Zaroni, CISCP., CFMP., CMILT. Menurut Senior Consultant SCI ini, gambaran pentingnya posisi sektor industri dan besarnya potensi industri kurir dan logistik ke depan menjadi alasan perlu mempersiapkan generasi muda untuk terlibat di dalamnya.

Dijelaskannya, industri logistik mencakup logistik masuk (inbound logistics) dan logistik keluar (outbound logistics). Inbound logistics mengelola logistik pasokan bahan baku atau material untuk manufaktur, yang selanjutnya diolah atau dikonversi menjadi produk jadi. Kemudian, produk jadi didistribusikan ke gudang distribusi dan toko pengecer sesuai saluran distribusi perusahaan, dikenal dengan outbound logistics.

Dalam logistik, lanjut Dr. Zaroni, terdapat beberapa kegiatan penting. Antara lain: transportasi dan pergudangan, layanan pemesanan barang, procurement, dan distribusi. Semantara bisnis kurir lebih fokus pada kegiatan pengantaran barang, khususnya paket dan dokumen, baik untuk tujuan dalam wilayah domestik maupun internasional.

Kegiatan pengantaran dalam bisnis kurir dikenal dengan last mile delivery. Lengkapnya, kegiatan atau proses bisnis kurir mencakup kegiatan collecting atau first mile, processing, transporting dan delivery atau last mile.

Industri kurir dan logistik, lanjutnya, menjadi inti dari pergerakan barang dalam perdagangan domestik dan internasional. Sektor industri kurir dan logistik menentukan kelancaran distribusi barang atau komoditas pokok untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah atau regional maupun nasional.

“Keberadaan industri kurir dan logistik jelas sangat penting karena sektor ini berperan signifikan untuk kelancaran transportasi dan distribusi barang, baik material, komponen, maupun produk jadi dari titik asal (pemasok dan produsen) ke titik tujuan (konsumen atau pasar),” kata Dr. Zaroni kepada Abdullah Karim S dari koranpublikasi.com, Senin (11/12/2023).

Demikian juga prospek industri kurir dan logistik ke depan yang potensinya semakin besar. Hal ini tercermin dari ukuran pasar (market size) dan pertumbuhan di sektor industri kurir dan logistik. Merujuk data riset Mordor Intelligence tahun 2023, bahwa ukuran pasar Transportasi dan Logistik Indonesia diperkirakan sebesar 112,18 miliar USD (atau Rp1.750 triliun) pada tahun 2023, dan diperkirakan akan mencapai 152,54 miliar USD (atau Rp2.371 triliun) pada tahun 2029, tumbuh pada CAGR sebesar 5,26% selama periode perkiraan (2023-2029).

Meskipun demikian, kata Dr. Zaroni, bukan berarti tak ada kendala atau tantangan bagi banyak perusahaan industri kurir dan logistik di Indonesia. Utamanya terkait kompetisi global dan pergeseran dari local supply chain menjadi global supply chain.

Kompetisi global mendorong perusahaan kurir dan logistik Indonesia untuk mengadopsi praktik-praktik terbaik pengelolaan bisnis sektor ini agar bisa berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan global yang masuk dan beroperasi di Indonesia.

Sementara, global supply chain mendorong perusahaan kurir dan logistik Indonesia untuk melakukan kolaborasi dan memberikan solusi procurement dan rantai pasok global. Dengan cara ini, perusahaan-perusahaan yang dilayaninya memperoleh penghematan atau efisiensi biaya procurement. Disisi lain perusahaan yang dilayani mendapat kepastian lead time atau on time delivery atas produk-produk yang dikirim melalui perusahaan-perusahaan kurir dan logistik Indonesia.

Karena itu potensi industri kurir dan logistik yang demikian sangat bagus, pesan Dr. Zaroni, perlu penyiapan SDM yang terampil, ahli dan menguasai pengelolaan bisnis. Generasi muda perlu disiapkan untuk mengelola bisnis, terutama dalam penguasaan teknologi, pemahaman ekosistem bisnis kurir dan logistik dalam konteks pasar, persaingan global, perubahan sosial gaya hidup dalam berbelanja dan pembayaran, perubahan pola perdagangan dan saluran distribusi.

Termasuk peningkatan kapasitas soft-skills dan attitudegenerasi muda untuk lebih siap dalam mengelola bisnis kurir dan logistik di masa mendatang. Penyiapannya, kata dia,  dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, termasuk sertifikasi dan magang di perusahaan-perusahaan jasa kurir dan logistik. Sebab, terdapat perbedaan antara kebutuhan SDM di industri kurir dan logistik di masa sebelum era teknologi seperti belakangan ini dibandingkan dengan kebutuhan kondisi era 4.0, bahkan 5.0.

“Perbedaan yang paling mendasar  terkait tantangan teknologi informasi, teknologi kecerdasan buatan, robotika, otomasi, dan teknologi-teknologi turunannya. Karenanya, SDM di era 4.0 atau bahkan 5.0 harus menyiapkan dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi tersebut,” jelasnya.

Adapun kriteria utama yang harus dipenuhi adalah penguasaan berbagai teknologi informasi, teknologi kecerdasan buatan (AI), robotika, otomasi, dan teknologi-teknologi turunannya, baik untuk level operasional maupun manajerial.

Untuk level operasional ditekankan pada penguasaan operasional proses bisnis berbasis teknologi 4.0 yang memberikan dampak efisiensi, produktivitas, dan peningkatan kualitas layanan dan membangun relasi dengan pelanggan dan pemasok.

Sedangkan untuk level manajerial, difokuskan pada penggunaan informasi teknologi 4.0 atau 5.0 untuk peningkatan kualitas pengambilan keputusannya, mulai dari keputusan pengembangan bisnis, operasional, dan peningkatan kualitas relasi dengan pemasok dan pelanggan.

“Karena itu, sangat penting bagi para pihak industri kurir dan logistik melakukan regenerasi dan menyiapkan SDM kepada generasi muda untuk berbagai posisi, mulai dari posisi operasional, pengembangan bisnis, pemasaran dan penjualan, keuangan dan SDM, dan layanan pelanggan,” tegas Dr. Zaroni.

Regenerasi itu dipersiapkan atau diciptakan di dunia pendidikan, seperti kampus atau sekolah vokasi dan penyelenggaraan magang, hingga tahap rekrutmen. Termasuk sertifikasi profesional di bidang industri kurir dan logistik.

Ia menambahkan, banyak pihak yang berperan dalam menyiapkan SDM di bidang industri kurir dan logistik. Karena itu, perlu sinergi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan dunia pendidikan.

“Menurut saya, banyak pihak yang berperan penting menyiapkan SDM industri kurir dan logistik, karena ini multisektor, mulai dari kampus-kampus, sekolah vokasi, lembaga sertifikasi, sampai perusahaan-perusahaan kurir dan logistik yang memberikan kesempatan magang, dan pelatihan-pelatihan ke generasi muda yang disiapkan untuk mengelola bisnis kurir dan logistik,” jelas Dr. Zaroni.

Selain bidang pendidikan–kampus-kampus, sekolah vokasi, lembaga sertifikasi–asosiasi seperti ALFI, Asperindo, dan lembaga professional seperti Supply Chain Indonesia (SCI) memiliki peran dan andil cukup penting. Pun dunia usaha sebagai user, perlu terlibat dan berkontribusi terhadap penyiapan SDM bidang kurir dan logistik.

“Sejauh ini, saya melihat sinergi pelaku industri kurir dan logistik dengan pihak pendidikan dalam mencetak SDM yang sesuai kebutuhan industri kurir dan logistik, sudah sangat baik dan masih banyak ruang untuk ditingkatkan. Terutama link and match-nya,” ungkap Dr. Zaroni. Abdullah Karim Siregar

Leave a Comment!