Jakarta, PUBLIKASI – Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris meminta pemerintah agar mempercepat vaksinasi dan memperluas sasarannya.
Tidak lagi hanya 70% dari populasi, sebagaimana syarat herd immunity yang didengungkan selama ini, tetapi harus mencakup seluruh populasi Indonesia.
“Sasaran vaksinasi terhadap 100% populasi yang memenuhi syarat menerima vaksin, akan lebih menjamin perlindungan, ketimbang berharap pada herd immunity yang tak mungkin tercapai,” kata Charles kepada wartawan, Jumat (27/8/2021).
Alasannya, untuk mencapai herd immunity, vaksin harus memiliki ‘transmission blocking ability’ atau kemampuan menghentikan penularan. Akan tetapi, cepatnya mutasi virus corona, seperti munculnya varian delta, telah membuat efikasi (kemanjuran) vaksin Covid-19 yang ada menurun, sehingga herd immunity yang diharapkan, tidak mungkin tercapai.
Herd immunity yang tak mungkin tercapai ini, lanjut Charles, sebagaimana pendapat para epidemiolog yang sudah diamini Menteri Kesehatan, hendaknya tidak menjadi alasan untuk mengendurkan vaksinasi.
“Meski herd immunity tidak mungkin tercapai lewat vaksinasi yang sudah dan sedang berjalan ini, faktanya vaksinasi tetap memberi perlindungan terhadap penerima vaksin dari gejala berat dan risiko kematian akibat COVID-19. Data Kemenkes bahwa lebih dari 90% orang yang meninggal dunia akibat COVID-19 belum pernah divaksin, cukup memberi bukti bahwa vaksinasi tetap melindungi,” ulas politikus PDIP ini. *Ristia