Bekasi, PUBLIKASI – Peserta Indonesia’s Election Visit Program (IEVP) mengunjungi tempat pemungutan suara (TPS) 039 yang berada di Jalan Borobudur Raya, Blok E.6, Nomor 5, RW.04, Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (14/2/2024).
Delegasi yang hadir kurang lebih sebanyak 70 orang dengan dua bus dan dikawal kepolisian sejak dari hotel pemberangkatan. Selain tamu dari warga negara asing (WNA), turut ikut serta pejabat Eselon 1 dan 2 KPU RI, diantaranya Nanang Priyatna dan Nurwakit. Termasuk perwakilan dari KPU Kota Bekasi.
Kedatangan rombongan yang berasal dari sejumlah negara sahabat itu, untuk menyaksikan proses penghitungan di TPS 039. Pelaksanaan kunjungan berlangsung–usai waktu pencoblosan–pada pukul 14.00 hingga 15.00 WIB.
Dari pantauan koranpublikasi.com, rombongan tiba di Jalan Borobudur sekitar pukul 14.00 WIB. Selanjutnya diarahkan ke gedung RW.04, Aren Jaya. Diantaranya turut hadir Camat Bekasi Timur Fitri Widyawati, jajaran Kelurahan Aren Jaya, pengurus RW.04 hingga pengurus RT.02/RW 04 Aren Jaya, Bekasi Timur.
Sekitar 15 menit kemudian, rombongan menuju ke TPS 039 menyaksikan proses penghitungan suara. Mereka terlihat antusias memperhatikan semua tahapan penghitungan suara tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) peserta Pilpres 2024 hingga pengumuman perolehan suara.
Di TPS 039 itu, pasangan urut nomor 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, mendapat 90 suara; pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, mengumpulkan 94 suara; dan pasangan nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, meraih 37 suara.
Total jumlah suara sebanyak 221 suara dari 253 pemilih dengan 221 suara sah. Usai pengumuman perolehan suara, rombongan kemudian meninggalkan lokasi sekitar pukul 14.58 WIB.
“Alhamdulillah, proses penghitungan Capres-Cawapres di Pemilu 2024 berjalan lancar dan kondusif. Tingkat kehadiran pemilih di TPS 039 sangat baik dengan prosentase 85 persen. Total DPT berjumlah 253 dengan pemilih yang mencoblos 221 orang. Warga sangat antusias mengikuti hingga waktu penghitungan suara dengan disaksikan tamu enam negara asing dan KPU RI,” kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Hidayat Wahyu Saputro kepada koranpublikasi.com, Rabu (14/2/2024).
Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali mengadakan, Indonesia Election Visit Program (IEVP) dari 12 hingga 15 Februari 2024. Pada program ini, KPU mengundang negara-negara sahabat melalui perwakilan-perwakilannya di Indonesia, Election Management Body (EMB) dari negara sahabat, untuk menyaksikan proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS.
Tujuannya memberikan kesempatan berbagai macam pihak yang diorganisir KPU untuk mengikuti perkembangan pemilu di Indonesia, khususnya proses penghitungan pemungutan di TPS.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan acara pembukaan pada Senin (12/2/2024) malam, keesokan harinya dilanjutkan dengan seminar internasional dan kunjungan ke beberapa tempat, termasuk ke KPU. Selanjutnya, pada Hari H, akan diorganisir beberapa tim untuk menyaksikan secara langsung proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Proses tersebut dilaksanakan di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan, Pemilu 2024 merupakan kesempatan bagi seluruh Bangsa Indonesia untuk menunjukkan kepada warga global bahwa Indonesia menerapkan demokrasi elektoral dengan berbagai dinamikanya.
“Nah, itu yang nanti akan dijadikan bahan kunjungan dan juga monitoring oleh para undangan atau peserta Indonesia Election Visit Program bagi para peserta EVP di Indonesia nanti,” tutur Hasyim Asy’ari dalam Konferensi Pers Persiapan Election Visit Program di Gedung KPU, Jakarta, Senin (12/2/2024).
Anggota KPU, Mochammad Afifuddin menambahkan bahwa KPU telah secara rutin menyelenggarakan apa yang disebut sebagai Indonesia Election Visit Program sebanyak enam kali sejak tahun 2014.
Program itu dilakukan setiap kali ada penyelenggaraan pemilu untuk memfasilitasi para pihak yang ingin melihat proses-proses pemilihan atau pemilu di TPS, serta untuk mengadakan konferensi yang mencakup hal-hal yang berkaitan dengan pemilu dalam situasi menjelang hari pemungutan suara.
Ia menjelaskan, dalam beberapa dekade terakhir, pelaksanaan Pemilu di Indonesia telah menarik perhatian masyarakat dunia, termasuk di dalam negeri maupun di tingkat internasional. Ketertarikan tersebut tidak hanya berasal dari penyelenggara pemilu di banyak negara, tetapi juga dari lembaga-lembaga luar negeri yang berminat untuk hadir pada hari pemungutan suara pada tanggal 14 Februari.
“Melalui kegiatan Indonesia Election Visit Program 2024, KPU juga mencoba mempererat hubungan baik dengan penyelenggara pemilu di luar negeri sebagaimana kalau mereka menyelenggarakan pemilu biasanya kami diberikan informasi sekaligus diundang juga untuk hadir melihat proses pemilu di negara masing-masing,” ungkap Mochammad.
Indonesia Election Visit Program, lanjutnya, juga merupakan upaya untuk mengangkat nilai-nilai demokrasi dan praktek demokrasi di Indonesia di mata dunia internasional. Tujuan lainnya adalah untuk belajar dari praktik yang baik di Indonesia agar bisa diterapkan di negara masing-masing.
Termasuk untuk bertukar pengalaman dalam tata kelola pemilu dan manajemen pemilu di berbagai negara. Hal ini mencakup sharing informasi dan pengalaman di berbagai forum yang terkait dengan kegiatan yang diselenggarakan.
“Selain melakukan visitasi ke TPS hari H pemungutan suara, peserta VIP juga yang terdiri dari organisasi internasional, kementerian dan lembaga, media akan mengikuti diskusi dan seminar dengan pembicara yang berkompeten di bidangnya,” jelasnya.
Disebutkan, total ada 193 peserta yang diundang pada kegiatan tersebut. Jumlah tersebut terdiri dari 35 orang dari KPU luar negeri, 81 perwakilan negara sahabat yang telah mengkonfirmasi kehadirannya, dan 18 NGO atau LSM luar negeri internasional yang bersedia bergabung.
Selain itu, satu kampus dari luar negeri juga akan hadir, serta 20 orang dari NGO atau LSM dalam negeri, 19 orang dari kementerian atau lembaga, dan beberapa media serta universitas dalam negeri yang telah melakukan MoU dengan KPU.
“Pada tanggal 14 Februari kita melakukan proses visitasi, datang ke TPS-TPS yang kita pilih, yang sebarannya ada di Jakarta, Tangerang, Depok, dan Bekasi,” terang Mochammad
Adapun kriteria TPS yang dipilih sangat beragam. Diantaranya, TPS yang berada di kawasan padat penduduk, di lembaga pemasyarakatan, di panti disabilitas mental, kemudian di kawasan elite dan TPS khusus di rumah sakit. Abdullah Karim Siregar