Padang Lawas, PUBLIKASI – Pengerjaan Proyek peningkatan jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Sigorbus Kecamatan Barumun Baru Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang berbiaya Rp. 6,4 miliar lebih, dengan sumber dana dari APBD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tahun 2022 diduga terkesan asal jadi.
“Pantauan awak media dilapangan Selasa 06 September 2022, proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan telihat sudah banyak yang retak diduga kuat campuran materialnya kurang bagus dan galian pondasi kurang dalam”.
Selain itu, pada di plank proyek terlihat dikerjakan CV. Kurnia Alam itu berbiaya Rp. 6,4 miliar lebih, termasuk rehabilitasi saluran skunder Bambu Sudirman sepanjang 1.000 meter, rehabilitasi saluran skunder Siolip sepanjang 1.010 meter.
Selain pembuatan bangunan terjun sebanyak 6 buah, perbaikan bangunan sadap 8 buah, perbaikan bangunan bagi sebanyak 3 buah, juga perbaikan Pintu bangunan bagi dan sadap sebanyak 17 buah
Menurut informasi dari masyarakat, bahwa pengerjaan proyek peningkatan jaringan DI Sigorbus itu telah mulai sejak Juni yang lalu, yang bertujuan untuk intensifikasi areal persawahan.
Seperti kata Afner Hasibuan, SH, tokoh masyarakat desa Hasahatan Jae kepada wartawan mengatakan merasa kecewa atas pengerjaan proyek irigasi yang berbiaya Rp. 6,4 miliar lebih tidak melibatkan masyarakat setempat.
Sehingga ada indikasi bahwa pelaksanaan proyek irigasi dibawah pengawasan UPT Pengelolaan Irigasi Batang Angkola, Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya Dan Tata Ruang Provsu tidak mau mendapat pengawasan dari masyarakat.
Sementara Kepala UPT Pengelolaan Irigasi Batang Angkola maupun staffnya yang seharusnya mengawasi kegiatan pelaksanaan proyek tidak ditemukan di lokasi. Soleh