Pengamat Internasional Dukung Program Menhan Kirim Kadet Belajar ke Australia

Jakarta, PUBLIKASI – Pengamat hubungan internasional Ian Montratama mendukung langkah Indonesia menjalin program pertukaran siswa militer dengan Australia. Alasannya, hal ini akan berdampak positif terhadap pembinaan personel.

“Ini harus berkesinambungan. Dulu kita punya program yang sama ke akmil (akademi militer) Inggris, Sandhurst, tapi akhirnya mandeg,” kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (12/9/2021).

Saat Menteri Pertahanan Prabowo masih aktif di militer, lanjutnya, program pertukaran siswa militer juga telah dilakukan ke Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Menurut Ian, banyak pengetahuan yang didapatkan para kadet Indonesia yang mengikuti program tersebut. Apalagi, akmil di negara maju selalu dikembangkan sesuai dinamika peran militer dalam keamanan regional dan global.

“Bagi para perwira, yang penting adalah penyetaraan pendidikan luar negeri dengan pendidikan dalam negeri sehingga mereka tidak khawatir untuk dijadikan prasyarat promosi kariernya jika ikut pendidikan luar negeri,” paparnya.

Karena itu, Ian mendorong program pertukaran taruna untuk dimasukkan ke dalam kurikulum akademi. Ia juga meminta program dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga menjadi kebijakan tahunan.

Di sisi lain, ia berpendapat, kerja sama Indonesia-Australia tidak lepas dari kedekatan antara Negeri Kanguru dan AS. Dengan demikian, kebijakan Australia selalu selaras dengan langkah pertahanan AS di Indonesia.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut tak mempengaruhi sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Alasannya, Indonesia beberapa kali pernah menjalin kerja sama dengan China atau Rusia.

Sebelumnya, Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi, Kamis (9/9) melaksanakan pertemuan tahunan 2+2 dengan Menteri Pertahanan Australia HE Peter Dutton MP dan Menteri Luar Negeri Australia HE Marise Payne di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta.

Dalam pertemuan itu pihak Australia menyatakan membuka kesempatan bagi Taruna TNI untuk mengikuti pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Australia dan The Royal Military College, Duntroon, Australia. AKS*

Leave a Comment!