Jakarta, PUBLIKASI – Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Juaini beserta jajarannya mengunjungi Sekolah Rakyat Ancol (SRA) yang berlokasi di Jalan Ancol Barat I, Kelurahan Ancol, Pademangan, Rabu (3/11). Kunjungan sebagai upaya menjalin kolaborasi sekaligus menampung masukan dalam membangun perkembangan dalam dunia pendidikan.
“Kita mengunjungi lokasi yang namanya Sekolah Rakyat Ancol. Alhamdulillah seperti kita ketahui Taman Impian Jaya Ancol selain mengelola kawasan wisata dan juga kita lihat pada hari ini mereka membantu masyarakat dalam dunia pendidikan,” kata Juaini, saat ditemui di SRA, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (3/11).
Juaini yang didampingi Sekretaris Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Abdul Khalit memastikan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mendukung penuh beroperasinya SRA dalam mencetak generasi mendatang yang unggul. Dukungan diberikan melalui masukan yang diterima untuk kemudian ditindaklanjuti melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Kota Administrasi Jakarta Utara.
“Hari ini kami mengajak beberapa SKPD yang terkait langsung dengan dunia pendidikan. Mudah-mudahan kebutuhan yang mereka belum bisa ditanggulangi bisa kami bantu sepenuhnya karena memang itu kewajiban dari pemerintah untuk bertanggung jawab atas pendidikan masyarakat, terutama masyarakat yang tidak mampu,” terangnya.
Manajer Corporate Sosial Responsbility (CSR) PT Pembangunan Jaya Ancol, Rika Lestari menerangkan sejak beroperasi tahun 2004, SRA yang telah mencetak empat ratus lulusan siswa.
Dengan adanya kunjungan jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, Rika berharap terjalin kolaborasi yang baik sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara.
“Alhamdulillah hari ini kami mendapat kunjungan dari jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara. Kami mengapresiasi dan juga berterima kasih semoga kolaborasi antara PT Pembangunan Jaya Ancol dengan intansi pemerintahan terjalin baik untuk ikut mengembangkan dan meningkatkan kualitas dunia pendidikan,” tutupnya. (M Siddiq)