Pasar Sioldengan Labuhan Batu Bermasalah

Labuhanbatu, PUBLIKASI – Meski sudah hampir 4 tahun selesai dikerjakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), belum juga mengoperasikan Pasar Sioldengan. Beberapa kerusakan pun mulai terjadi akibat bangunannya tak kunjung ditempati.

Plt Kadis Kominfo Labuhanbatu Rajid Yuliawan mengatakan Pemkab akan segera mengoperasikan Pasar Sioldengan. Menunggu terbitnya payung hukum yang saat ini sedang menunggu persetujuan dari Pemerintah Provinsi.

“Karena Perbup tentang pelayanan pasar (yang ada) perlu dilakukan revisi. Dimana revisi Perbup kita harus minta eksamininasi ke gubernur dalam hal ini melalui Kabag Hukum Setdakab Labuhanbatu yang memfasilitasi ke Biro Hukum Provinsi Sumut,” kata Rajid kepada wartawan, hari ini (13/10/2021).

Ia menmgakui terkait masalah pasar ini juga menjadi perhatian Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga. Bupati katanya telah meminta dinas terkait untuk segera menuntaskan kendalanya.

Sedangkan menurut Dr. Sumitro, Pengamat kebijakan publik dari Universitas Labuhanbatu, penundaan ini menunjukkan adanya kesalahan yang telah dilakukan Pemkab Labuhanbatu. Seharusnya Pemkab telah melakukan kajian menyeluruh sebelum memulai suatu pembangunan.

“Aneh seklai setelah selesai dibangun kok malah ditunda. Kan gak mungkin itu pembangunan tidak menyesuaikan dengan peraturan kan. Apa memang programnya itu, waktu itu menyalahi ? Itu tanda tanya juga,” tegasnya.

“Seharusnya dalam sebuah tata laksana pemerintahan, rencana pembangunan itu telah matang, termasuk harus sesuai dengan blue print (cetak biru) nya. Bukan ujug-ujug langsung dibangun,” sambungnya.

Sumitro menambahkan mempertanyakan urgensi peraturan yang disebutkan sedang dibuat Pemkab tersebut. Karena menurutnya jika kepentingan sosial kemasyarakatan nya ternyata lebih dominan, maka pemerintah pun harus bisa bersikap bijaksana dengan mengedepankan kepentingan sosial kemasyarakatan.

Pdahal  rencana pembangunan Pasar Sioldengan ditujukan untuk mengakomodasi masyarakat di Kecamatan Rantau Selatan. Selama ini jika hendak ke pasar maka masyarakat Rantau Selatan harus menempuh jarak minimal 3 Km untuk sampai di Pasar Glugur di Rantau Utara.

Dengan kondisi lalu lintas yang ada saat ini, jarak tersebut minimal ditempuh dalam waktu 10 menit. Itu sebabnya secara ekonomi keberadaan Pasar Sioldengan sebenarnya sangat baik.

Pasar yang dibangun September 2017 itu, direncanakan akan mulai beroperasi pada awal 2018. Namun setelah mengalami beberapa perubahan, rencana tersebut hingga kini tak kunjung direalisasikan.

Pembangunan pasar di atas lahan seluas 1,5 hektare ini menghabiskan biaya sebesar Rp 9,2 M, yang bersumber dari APBN 2017 dan APBD 2019. Red/Hamda Rambe

Leave a Comment!