Jakarta, PUBLIKASI — Tim astronom internasional berhasil menjawab misteri kosmik berusia 900 tahun. Misteri kosmik itu pertama kali terlihat di China pada 1181 masehi (M).
Awalnya peristiwa ini terlihat dan didokumentasikan oleh astronom China dan Jepang pada abad ke-12. Mereka mengatakan objek itu seterang Planet Saturnus dan tetap terlihat selama enam bulan.
Para astronom mengatakan, mereka telah memecahkan teka-teki berusia 840 tahun itu. Peristiwa itu adalah peristiwa tabrakan dua bintang yang sangat padat di Bima Sakti dan menyebabkan supernova.
Lalu ledakan itu kemungkinan menghasilkan pembentukan bintang panas yang mendesis, sekarang dikenal sebagai bintang Parker, dan nebula, cangkang gas dan debu yang mengembang, yang disebut Pa 30.
Supernova yang disebut Bintang Tamu China, tahun 1181 M tetap terlihat dari 6 Agustus hingga 6 Februari tahun itu. Itu adalah satu dari sembilan supernova yang tercatat secara historis di galaksi kita,
Mereka juga mencatat perkiraan lokasi di langit penampakan tidak ada sisa ledakan yang dikonfirmasi yang telah diidentifikasi oleh para astronom modern. Empat supernova lainnya sekarang dikenal dengan sains modern dan termasuk nebula kepiting yang terkenal.
Sehingga sumber ledakan abad ke-12 ini tetap menjadi misteri hingga penemuan terbaru ini dilakukan oleh tim astronom internasional dari Hong Kong, Inggris, Spanyol, Hungatia, dan Prancie termasuk profesor Albert Zijlstra dari Universitas Manchester. Dalam makalah baru, para astronom menemukan bahwa nebula Pa 30 berkembang dengan kecepatan ekstrem lebih dari 1.100 kilometer per detik. Mereka menggunakan kecepatan ini dan membutuhkan waktu sekitar 1.000 tahun yang akan bertepatan dengan peristiwa 1181 M. *Ristia