Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan Ketat di Samsat Jakarta Selatan

Jakarta, PUBLIKASI – Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) di wilayah Polda Metro Jaya terpantau menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat.

Bukan kali ini saja Samsat Jakarta Selatan melakukan protokol ketat untuk para wajib pajak yang akan membayar pajak kendaraannya. Hal itu adalah perioritas.

Pasalnya, seluruh pelayanan di Samsat yang mengurus administrasi surat-surat kendaraan bermotor seperti STNK maupun balik nama, serta BPKB, wajib mengikuti ketentuan protokol kesehatan sejak memasuki wilayah layanan Samsat.

Pelayanan Samsat di Jakarta Selatan, tertib dan lancar.

Hal ini sejalan dengan peraturan yang berlaku. Tertuang dalam Surat Telegram (STR) Kapolri Nomor : ST/1537/V/YAN.1./2020 tanggal 29 Mei 2020 yang ditanda tangani oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono.

Otomatis maka sejak awal jajaran Korlantas memang sudah mengharuskan layanan SIM, STNK dan BPKB menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Dalam hal itu, Kanit Samsat Jakarta Selatan, Akp Sri Pamuncak ,SH, mengatakan bahwa tetap berkomitmen untuk tetap menerapkan layanan prima di tengah wabah Covid-19. Hal itu diungkap di Samsat yang berkantor di Polda Metro Jata Jaya, Jakarta Selatan. Jl. Jend Sudirman No.55 Gedung Biro SDM Polda Metro Jaya .RT 01 / RW 001 Kota. Kodya Jakarta Selatan.

“Sudah menjadi kewajiban kami menerapkan layanan prima dalam kondisi apapun, termasuk ketika Pandemi Covid-19 masih berlangsung,” ujar Sri Pamuncak, SH, lagi.

Menurutnya, bahwa dalam pelaksanaannya, seluruh samsat harus menerapkan protokol kesehatan yang sudah standard di lingkungan Ditlantas Polda Metro Jaya maupun Korlantas Polri.

Di Samsat, di dalam gedung layanan sudah disiapkan social and physical distancing untuk menjaga jarak dengan merenggangkan tenpat duduk antarpengunjung maupun jarak antrean. Hal itu untuk mencegah penyebaran Covid.

“Antara lain mencegah penularan virus dengan bilik sterilisasi (disinfectant chamber) mencuci tangan dengan sabun atau disinfektan, serta mencegah penularan melalui udara (airborne viral load) dengan menggunakan masker atau perisai wajah (face shield), juga memeriksa suhu tubuh dengan thermo gun” ujar Sri Pamuncak, SH, memapar.

“Dalam gedung tidak boleh terlalu padat, physical distancing itu penting. Kami urai juga dengan membuka pelayanan. Jika pemohon membludak, kami bagi jam layanan agar tidak terjadi kerumunan. Termasuk membuka layanan Samsat Keliling ,” ungkapnya lagi tandas. (Ali)

Leave a Comment!