Merauke, PUBLIKASI – Atlet Wushu kelas Sanda (figther) yang tiba di Merauke sebanyak 11 atlet, ke 11 atlet ini nantinya akan melakukan adaptasi dengan lingkungan dan keadaan di Merauke, selain ke 11 atlet wushu kelas sanda ini nantinya akan ada 5 orang lagi atlet Wushu pada kelas taulo (seni pedang) yang saat ini sedang pemusatan latihan di sidoarjo Hal ini di katakan Ketua harian pengprov Wushu Indonesia Papua mayor Inf. Jhony F. Dahar, SH saat di wawancarai media ini melalui saluran telfon, Senin, 13/09/21.
Hari ini ada 11 orang atlet Wushu papua dari kelas sanda (figther) yang telah ke Merauke, kedatangan lebih awal agar mereka dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada di Merauke apa lagi mereka notabenya merupakan duta Papua di cabor Wushu.
Dikatakan juga bahwa sebelum para atlet ini telah mengikuti TSE di Sukabumi selama dua bulan para atlet juga melakukan uji tanding dengan atlet Jawa Barat dan di Jakarta.
“Dua bulan waktu yang di berikan pengprov papua dan juga koni papua, dari waktu dua bulan itu juga kami lakukan beberapa pertandingan uji coba baik di sukabumi ,bandung dan juga jakarta sehingga dari situ kami sudah dapat mengukur kemampuan atlet kami, dan dari semua itu kami rasa para atlet ini telah siap.” Kata Jhon
Adapun ke 11 (sebelas) atlet Wushu papua yang telah tiba terdiri dari atlet putra sebanyak 7 orang dan putri 4 orang :
Atlet putri :
1. Yuliana prawar 48 kg
2. Silfi dwi 52 kg
3. Maryam P. Awee 56 kg
4. Moria manalu 60 kg
Atlet putra :
1. Markus ndiken 48 kg
2. Hanock D. Baimo 52 kg
3. Stefano Rumagit 56 kg
4. Winardi 60 kg
5. Hendrik Rikut 65 kg
6. Daniel Emakpa 70 kg
7. Deni Arif Fadilah 75 kg
Dan juga pelatih dan official yakni pelatih kepala dan asisten pelatih:
Adrie Yani Mandey (pelatih kepala)
Fernando mofu (asisten pelatih 1)
Rahmat Renwarin (asisten pelatih 2)
Jefry Dahar (official umum)
Ronald Rahael (official)
Laurina Helena Yanti (official putri)
“Kami di targetkan dari pengprov 1 (satu) emas dan dari koni 1 (satu) emas namun kami berharap bisa lebih karena kami adalah tuan rumah sehingga kami mohon dukungan dari semua masyarkat papua khusus merauke demi mengharumkan nama papua di kanca olahraga raga nasional.” Ujar Jhon.
Sementara itu pelatih kepala Wushu papua adrie Yani Mandey saat di hubungan via seluler oleh media ini mengatakan bahwa saat ini para anak asuhannya dalam peforma terbaik.
“Saya kira wajar saja kalau kami datang lebih awal karena para atlet perlu adaptasi dengan merauke, soal kemampuan atlet saya kira atlet semua dalam kondisi terbaik, karena ini bukan pertandingan uji coba maka atlet tentu sudah kita bekali dengan kemampuan terbaik, apalagi kita bertanding di kandang sendiri.” Ujarnya.
Selain untuk beradaptasi dengan merauke ada juga atlet Wushu asal merauke yang akan bertanding nanti.
“Selain beradaptasi kami juga akan mencoba venue yang nantinya di pakai bertanding, kami juga optimis bisa memberikan yang terbaik karena bertanding di kandang sendiri terlebih dalam skuad Wushu papua ada juga anak asli merauke yang akan bertanding saya rasa ini positif, sehingga dukungan masyarakat merauke akan menjadi modal besar saat para atlet ini bertanding, untuk itu kami berharap dukungan dan doa dari masyarakat merauke dan papua kepada anak anak kami yang akan bertanding pada tanggal 29 September mendatang” Pungkasnya. G.H