Merauke, PUBLIKASI – Torehan medali yang di dapatkan DKI Jakarta dari wushu pada PON tidaklah terlalu mengecewakan hal ini dikatakan asisten pelatih wushu DKI Jakarta kepada Koran Publikasi beberapa waktu yang lalu. Rabu, 06/10/2021.
Menurut Susyana Tjhan DKI Jakarta memang menurunkan atlet-atlet wushu terbaiknya, seperti Egdar Xavier Marvelo, Nandhira Mauriskha, dan Dwilian.
“Kalau untuk Edgar memang sudah sesuai dengan harapan pada nomor perorangan, untuk Nandhira, pada permainan senjata pendek harusnya udah mendapatkan emas, namun pada tombak ada beberapa kesalahan sehingga akhirnya nilainya dipotong, sehingga harus puas dengan medali perunggu.” Kata Susyana.
Untuk Dwilian sendiri tak dapat memberikan kontribusi maksimal untuk DKI Jakarta, di sebabkan cidera yang di alaminya.
“Kalau Dwilian sendiri tak bisa maksimal dalam pertandingan karena mengalami cidera, sehingga tak mampu tampil secara maksimal.” Ujar Susyana.
Susyana menambahkan Egdar, Nandhira dan Dwilian sendiri ada atlet wushu yang tergabung dalam pelatnas dan telah melakukan latihan mulai sejak September 2020.
“Ketiganya merupakan atlet wushu yang telah melakukan pusat latihan sejak September 2020, dan secara kebetulan juga saya pelatih wushu juga di pelatnas dan juga asisten pelatih di DKI Jakarta.” Ungkap Susyana.
Susyana Tjhan mengatakan Pada PON kali ini dari wushu menyumbangkan 5 emas, 5 perak dan 4 perunggu.
“Kalau total medali yang di sumbangkan dari cabor wushu buat DKI Jakarta yakni total ada 5 medali emas, 5 medali perak dan 4 medali perunggu.” Katanya.
DKI Jakarta sendiri menargetkan 6 medali emas dari cabor wushu, namun hanya 5 emas yang berhasil direbut.
“Kami menargetkan 6 emas namun gagal jadi hanya 5 yang dapat kami bawa pulang, tapi secara keseluruhan kami tetap puas dengan apa yang kami capai di wushu Pada PON XX Papua ini.” Pungkasnya. Gilang Harry