Anggota DPR Minta Pemerintah Bijak Rencana Kenaikan CHT

Jakarta, PUBLIKASI – Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta Pemerintah bijak dalam rencana menentukan kenaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT). Alasannya, keputusan ini akan berdampak langsung pada petani tembakau Indonesia.

“Saat ini ada sekitar 7 juta petani dan pekerja tembakau yang harus menghidupi keluarganya. Bila kenaikan cukai rokok kembali dilakukan Pemerintah tahun ini, maka penyerapan hasil panen akan anjlok 30 persen,” kata Daniel Johan dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu (5/9/2021).

Menurutnya, sudah dua tahun kondisi petani tembakau mengalami fase buruk akibat kebijakan yang sama. Saat Pemerintah meningkatkan tarif cukai rokok, dampaknya menyebabkan penurunan penyerapan hasil panen sampai 15 persen.

Daniel mengingatkan besaran kenaikan cukai bukan sekadar hitungan matematika, tapi juga memberikan dampak sosial yang dalam bagi petani, pekerja industri, dan tenaga kerja dari sigaret kretek tangan (SKT).

“Setiap kenaikan cukai dan impor tembakau merupakan bencana buat petani tembakau Indonesia. Jangan hantam petani tembakau dengan kenaikan cukai, sehingga lebih baik Pemerintah membatalkan rencana kenaikan tersebut,” tuturnya.

Ia mengingatkan agar Pemerintah fokus melakukan pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat, terutama mempercepat vaksinasi hingga ke pelosok-pelosok terpencil di Indonesia.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal Sektoral, Titik Anas mengatakan Pemerintah akan terus mereformasi kebijakan terkait cukai hasil tembakau (CHT).

Dia menjelaskan, dari segi tarif CHT, Pemerintah selalu menaikkan tarifnya hampir setiap tahun untuk menambah penerimaan negara dan terutama menurunkan prevalensi perokok anak. Menurut dia, dengan peningkatan CHT hampir setiap tahun, harga rokok juga terus mengalami peningkatan, dan bersamaan dengan itu, Pemerintah meningkatkan penindakan hukum bagi rokok-rokok ilegal. AKS

Leave a Comment!