Ada Potensi Perang Saudara Antara Taliban dengan FPNA

Berlin, PUBLIKASI – Mark Milley Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS) menyoroti meningkatnya eskalasi konfrontasi antara Taliban dan Front Perlawanan Nasional Afghanistan (FPNA) di Lembah Panjshir. Katanya pertempuran antara kedua belah pihak dapat memicu perang saudara.

“Pengamatan militer saya adalah kondisi tersebut kemungkinan akan berkembang menjadi perang saudara. Saya tidak tahu apakah Taliban akan mampu mengonsolidasikan kekuasaan dan membangun pemerintahan,” kata Milley saat diwawancara Fox News di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman pada Sabtu (4/9).

Menurutnya, jika Taliban gagal membentuk pemerintahan maka hal itu akan mengarah pada pembentukan kembali kelompok al-Qaeda atau ISIS atau kelompok teroris lainnya selama tiga tahun ke depan. Sejak 15 Agustus lalu, Taliban berhasil merebut dan menguasai seluruh provinsi di Afghanistan.

Tapi mereka masih belum bisa menaklukkan Lembah Panjshir, sebuah wilayah yang menjadi basis FPNA. Kelompok itu dipimpin Ahmad Massoud. Ia adalah putra Ahmad Shah Massoud, pemimpin utama perlawanan anti-Soviet di Afghanistan pada 1980-an.

Padahal sebelumnya Taliban telah menyerukan Massoud untuk menyerahkan kendali atas Lembah Panjshir. Namun seruan itu ditolak. Massoud justru mendorong pembentukan pemerintahan inklusif di Afghanistan dengan turut menyertakan Taliban. Namun usulan tersebut tak digubris Taliban.

Dan saat ini Taliban dan FPNA masih terlibat pertempuran di Lembah Panjshir. Mereka saling mengklaim menjadi pihak yang unggul dalam konfrontasi.

Sedangkan Bilal Karimi, Juru bicara Taliban mengakui kelompoknya berhasil merebut distrik Khinj dan Unabah. Hal itu membuat Taliban menguasai empat dari tujuh distrik di Lembah Panjshir. “Mujahidin (anggota Taliban) maju ke pusat (provinsi),” ujar Karimi.

Begitu juga dengan FPNA,  mereka mengklaim telah mengepung ribuan anggota Taliban di celah Khawak. FPNA menyebut Taliban telah meninggalkan kendaraan dan peralatan tempurnya di daerah Dashte Rewak. Keterangan Taliban maupun FPNA sama-sama belum bisa dikonfirmasi kebenarannya. *Ristia/Sudin

Leave a Comment!