Jakarta, PUBLIKASI – Aziz Yanuar selaku pengacara Bahar bin Smith meminta polisi mengusut teror pengiriman tiga kepala anjing ke Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin milik Bahar di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor.
Aziz menilai tindakan tersebut merupakan upaya teror kepada kliennya dan warga sekitar.
“Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas tindakan terror pengecut oleh ‘teroris asli’ pembenci kebenaran yang dilakukan di kediaman HBS di Pondok Pesantren Tajul Awalyin Bogor,” kata Aziz dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/1).
Dia juga menduga teror itu berkaitan dengan kematian enam orang anggota FPI pada 2020 silam. Aziz menyebut pembunuh “pengawal Habib Rizieq Shihab” (HRS) tersebut merupakan teroris yang asli.
“Tindakan teror kepada Habib Bahar Smith dengan mengirimkan tiga kepala anjing yang masih berlumuran darah adalah tindakan pengecut dan kerdil yang dilakukan ‘teroris asli’ yang tidak menginginkan kebenaran disuarakan oleh HBS,” ucap Aziz.
“Diduga pelakunya berkaitan erat dengan komplotan pembunuh 6 orang pengawal HRS. Merekalah teroris dalam arti sesungguhnya,” sambung Aziz.
Sebelumnya Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin milik penceramah Bahar bin Smith di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dilempari tiga potong kepala anjing oleh orang tak dikenal pada Jumat (31/12) dini hari.
Tiga kepala anjing itu dimasukkan dalam sebuah kardus bertuliskan “jangan dibuka”. Selain tiga buah kepala anjing berlumuran darah itu, terdapat tiga buah balok kayu dalam kardus tersebut. *Arya