Jakarta, PUBLIKASI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku akan mendalami temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait dugaan kenaikan transaksi mencurigakan kampanye peserta Pemilu 2024 hingga 100 persen.
Komisioner KPU August Mellaz mengatakan pihaknya belum bisa bicara banyak terkait itu. Namun, dia memastikan KPU akan menginformasikan perkembangannya setelah pendalaman kasus.
“Nanti akan didalami dan setelahnya kami akan memberikan respons menyeluruh,” kata Mellaz di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (14/12).
Mellaz mengaku belum membaca langsung surat resmi dari PPATK terkait pemberitahuan temuan itu. Dia menyatakan akan mengeceknya.
“Surat akan kami cek,” ujarnya.
Sebelumnya, PPATK mengungkap adanya kenaikan transaksi mencurigakan terkait kampanye peserta Pemilu 2024 hingga 100 persen.
“Kita menemukan memang peningkatan yang masif dari transaksi keuangan mencurigakan. Misalnya terkait dengan pihak pihak yang berkontestasi,” ujar Kepala PPATK Ivan Yustiavandana usai menghadiri acara Diseminasi PPATK di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Kamis (14/12).
Ivan mengatakan pihaknya telah menerima daftar calon tetap (DCT) peserta Pemilu 2024. Dia menyebut kenaikan transaksi hingga 100 persen.
PPATK mengaku telah mengikuti kenaikan transaksi terkait pemilu ini sejak Januari.
Kenaikan transaksi mencurigakan ini tidak hanya terjadi di partai politik, melainkan juga di perseorangan. Lebih lanjut, PPATK mengaku sudah mengirim surat kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengenai kenaikan transaksi mencurigakan ini.
“Semua sudah diinformasikan ke KPU dan Bawaslu. Data sudah ada di mereka,” imbuh dia. *Arya