Kiat Politeknik APP Jakarta Membangun Kurikulum yang Sesuai Kebutuhan Industri

Jakarta, PUBLIKASI – Sistem logistik memiliki peran krusial dalam mengelola aliran pergerakan barang, informasi, dan uang yang sangat dibutuhkan dalam memastikan kelancaran operasional perusahaan.

Sementara logistik dan manajemen rantai pasok membantu industri/perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Dengan fokus yang tepat pada logistik dan manajemen rantai pasok, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan tetap bersaing di pasar global yang dinamis.

Pemahaman yang baik tentang rantai pasok dan implementasi strategi yang tepat dapat menjadi kunci kesuksesan dalam mencapai kinerja dan daya saing yang tinggi.

Namun saat ini Indonesia masih membutuhkan SDM di bidang logistik dalam jumlah yang besar. Di sisi lain, industri logistik memerlukan SDM yang memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan teknis dan operasionalnya.

Ini mencakup pemahaman tentang manajemen rantai pasok, teknologi informasi, analitika data, dan kebijakan perdagangan internasional. sehingga diperlukan lembaga pendidikan yang dapat mencetak SDM yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Melihat kondisi tersebut,  Program Studi Manajemen Logistik Industri Elektronika, Politeknik APP Jakarta, turut andil memberikan jalan keluar.

Ketua Program Studi Manajemen Logistik Industri Elektronika Politeknik APP Jakarta, Erika Fatma, M.T, MBA, CPLM, mengatakan bahwa membangun sistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri menjadi keniscayaan, sehingga lulusan yang dihasilkan dapat langsung berkontribusi dalam penanganan operasional logistik di Perusahaan.

“Politeknik APP Jakarta, telah lama membangun sistem link and match dimana Politeknik APP Jakarta, bersama dengan industri merancang kurikulum yang sesuai dengan memastikan bahwa pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dibangun di kampus, sesuai dengan kebutuhan industri dan diupdate secara berkala untuk mengantisipasi berbagai perubahan industri yang sangat dinamis dan bergerak cepat,” jelas Erika kepada koranpublikasi.com, belum lama ini.

Selain itu Politeknik APP Jakarta juga mengembangkan beberapa program lain, seperti program Kerja Industri 2 semester (dual system) dan kuliah dengan praktisi (silver expert).

Misalnya, Politeknik APP Jakarta menjalin kerjasama dengan PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI).  Kerjasama  ini mencakup: Program pendidikan dan pelatihan untuk Dosen di Politeknik APP Jakarta oleh Praktisi (Dosen Tamu) dari pihak TIKI. Pemanfaatan program pendidikan Vokasi di Politeknik APP Jakarta bagi karyawan PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI); Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) dari PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI).

Berikutnya, Pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang Transportasi dan Logistik bagi Politeknik APP Jakarta dan PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI). Pengembangan penelitian bersama antara Politeknik APP Jakarta dan PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI) serta pemanfaatan hasil penelitian Dosen dan/atau Mahasiswa Politeknik APP Jakarta untuk PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI).

Kemudian, Program Magang dan Praktek Kerja Lapangan bagi mahasiswa dan dosen Politeknik APP Jakarta pada Kantor Pusat  PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI). Kunjungan Mahasiswa, Staff, dan Dosen Politeknik APP Jakarta ke PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI) 

“Kami sangat menyambut baik Kerjasama yang terjalin antara TIKI dan Politeknik APP Jakarta. Hal ini memberikan kesempatan yang besar untuk dapat menjalankan program-program kami dengan lebih baik,” ungkapnya.

Demikian juga para mahasiswa-mahasiswi Politeknik APP Jakarta menyambut kerjasama tersebut dengan antusias.

“Mahasiswa menyambut kesembatan ini dengan sangat antusias. Hal ini akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk dapat mengetahui lebih dalam dan lebih dekat mengenai salah satu Perusahaan Kurir terbaik di Indonesia,” tutur Erika.

Seperti diketahui, Politeknik APP Jakarta, merupakan perguruan salah satu pendidikan tinggi vokasi yang berada dibawah pengelolaan Kementerian Perindustrian. Sebelumnya Politeknik APP Jakarta bernama Akademi Pimpinan Perusahaan, yang telah berdiri sejak tahun 1958. Namun pada tahun 2014, beralih status dari Akademi menjadi Politeknik, dengan perubahan nama menjadi Politeknik APP Jakarta.

Politeknik APP yang berlokasi di Jln. Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan ini, memiliki tiga Program Studi pada jenjang Diploma 3, yaitu: Manajemen Logistik Industri Elektronika (MLIE), Manajemen, Pemasaran Industri Elektronika dan Perdagangan Internasional Wilayah ASEAN dan RRT.

Selain jenjang D3 tersebut, Politeknik APP Jakarta juga membuka kelas kerjasama setara Diploma 1, yang dilaksanakan bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (ASPERINDO), yaitu Program setara D1 Logistik.

Khusus bidang transportasi dan logistik dipelajari di program studi (Prodi) Manajemen Logistik Industri Elektronika. Pada Prodi ini mahasiswa mempelajari berbagai aktivitas logistik mulai dari hulu sampai hilir, yang mencakup aktivitas Procurement, Warehousing, Inventory, Transportation dan Distribution.

Selain itu mahasiswa juga mempelajari aktivitas-aktivitas pendukung logistik, seperti Sistem Informasi, Logistik 4.0, Administrasi Ekspor-Impor, K3 dan aktivitas pendukung lainnya.

“Sebagai unit Pendidikan vokasi di bawah Kementerian Perindustrian, Politeknik APP Jakarta didorong untuk mendukung kebijakan “Making Indonesia 4.0”. Hal ini membuat kurikulum yang dibangun di Prodi MLIE, diarahkan pada pengembangan kompetensi lulusan yang siap terhadap perkembangan Industri 4.0 dan aplikasinya di dunia Logistik,” ungkapnya.

Pengembangan materi dan perlengkapan perkuliahan dan praktikum, lanjut Erika, juga diarahkan untuk menyiapkan kompetensi yang mendukung perkembangan Industri 4.0.

Disamping itu saat ini, Politeknik APP Jakarta juga mengembangkan kurikulum dual system, dimana mahasiswa melaksanakan kegiatan kerja industri selama dua semester. Hal ini akan memberikan pengalaman kerja actual bagi calon lulusan agar lebih memahami perkembangan dunia kerja sesungguhnya.

Sementara lulusan yang dihasilkan oleh Prodi MLIE, diarahkan memiliki sejumlah profil. Antara lain: Pertama, mampu merencanakan, mengelola, mengoperasikan, dan mengendalikan aliran barang, jasa dan informasi, mulai dari pengadaan barang, pergudangan, persediaan dan pengiriman barang khususnya pada industri elektronika.

Kedua. Menguasai konsep teoritis, metode, penguasaan teknologi dan sistem informasi terkini untuk meningkatkan kinerja manajemen logistik dalam upaya perbaikan berkelanjutan.

Ketiga, Mampu bersikap dan berpola pikir positif, berjiwa kepemimpinan, disiplin, memiliki etos kerja yang baik, memiliki kemampuan dalam komunikasi interpersonal dan kerja tim, serta kecakapan spiritual (keimanan, integritas, dan moral).

Keempat, Memiliki kemampuan analisis dan inovasi sehingga mampu memberikan solusi untuk peningkatan kinerja sistem Logistik dan Rantai Pasok khususnya pada industri elektronika sehingga mampu berdaya saing dengan industri global.

“Program studi MLIE pertama kali menerima mahasiswa Angkatan pertama pada tahun ajaran 2015, tepatnya September 2015. Prodi MLIE, pertama kali menghasilkan lulusan pada Tahun 2018. Sejak awal pembukaan Prodi MLIE, sampai saat ini, setiap tahun Prodi MLIE memiliki daya tampung sejumlah 160 mahasiswa untuk setiap Angkatan,” jelasnya.

Sejauh ini, lulusan Prodi MLIE, bekerja pada berbagai perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan perusahaan terkait lainnya.

Tidak terbatas hanya pada industri elektronika, tetapi lulusannya bekerja pada perusahaan manufaktur, perusahaan jasa logistik, freight forwarding, bidang industri atau jasa lain dan beberapa merintis usaha sebagai wirausahawan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.  Abdullah Karim S

 

Leave a Comment!