Jakarta Utara, PUBLIKASI – Sosialisasi pengadaan tanah yang kesekian kalinya yang diadakan di Aula.kelurahan sunter jaya Jakarta Utara, Jumat (26/5/2023) acara pembahasan rencana lanjutan pengadaan ruas jalan tol Sunter- Semanan Karna dimana jakarta utara adalah bagian wilayah yang akan terkena proyek pembagunan yang salah satunya di daerah kelurahan sunter jaya.
Pada prinsipnya menginformasikan bahwa tahapan -tahapan terus dilaksanakan dan saat ini udah masuk tahap rencana inden dan inven, terkait bidang yang terkena atau terdampak bidang jalan tol mudah-mudahan proses ini berjalan dengan lancar mulaii senin tgl 29 mei sudah mulai berproses inden dan inven di RW mudah- mudahan sesuai.
Yang terkena dampak ada 6 RW dari 23 RT,sekitar 300 bidang di sunter jaya.dan allhamdulilah semua Rw hadir walaupun 1 atau 2 orang RT ngak hadir bisa diwakilkan dan rapat tadi berjalan lancar dan kondusif, ucap eka Persilian Yeluma lurah sunter jaya.
Dan bagi yang belum punya sertifikat nanti penentuannya melalui satgas di ketuai oleh Bpn bagaimana penentuan status kepemilikan seperti apa terkait kepemilikan bidang atau perhitungan bidang ganti rugi dilakukan oleh presale,harapannya agar berjalan lancar warga senang dan pembagunan juga cepat pelaksanaanya insyaallah tahun 2024 sudah mulai berjalan, ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga hadir dari kementerian PUPR menyampaikan surat pemberitahuan ke warga bahwa sekertariat pengadaan tanah dalam hal ini BPN Jakarta Utara akan melakukan identifikasi, iventerisasi bidang – bidang tanah yang terkena tol Sunter Semanan yang ada di Sunter jaya, Alhamdulillah projek ini harus cepat terealisasi dengan baik sebelum 2024 harus selesai, harapan dari Evan selaku perwakilan dari kementerian PUPR sesuai harapan dari beliau beliau juga RT dan RW proses pengadaan tanah sesuai aman dan lancar, pungkas Evan saat ditemui awak media.
Dari sekian banyak RT dan RW yang hadir ada salah satu RW yang terdampak itu salah satu dari RW 06 terdiri dari 4 RT, kalau secara finansial belum, tapi harapan itu sudah ada dari empat RT ada dua RT 01 dan RT 012 yang tidak bersertifikat karena mereka yang kena klaim dari Kodam harapan dari T. Samsul Bahri ketua RW 06 minta yang baik untuk warga saya, tuturnya.
(Novilia)