Jakarta, PUBLIKASI – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menolak undangan dari relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi Dewan Pakar Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia.
Arif berkata hingga saat ini belum ada undangan resmi dari pihak Musra.
“Yang pasti rektor harus menjaga independensi dan tidak boleh berpolitik praktis,” kata Arif melalui pesan singkat, Jumat (5/8).
Nama Arif sempat tercantum dalam susunan kepengurusan Musra. Ia terdaftar sebagai anggota Dewan Pakar Musra bersama sejumlah akademisi lain.
Belakangan, nama Arif hilang pada susunan kepengurusan Musra yang telah direvisi. Nama Rektor Universitas Indonesia (UI) Arief Kuncoro juga hilang dalam susunan kepengurusan versi terbaru.
Sebelumnya, 17 kelompok relawan Jokowi berencana menggelar Musra di 34 provinsi. Salah satu agenda musyawarah itu adalah menjaring nama calon presiden (capres). *Arya