Jakarta, PUBLIKASI – Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengatakan Kopda Muslimin mengawasi langsung aksi penembakan terhadap sang istri lewat CCTV dari lantai atas rumah. Aksi Penembakan itu telah direncanakan sejak satu bulan lalu.
Muslimin memerintahkan SG alias B selaku eksekutor untuk menembak istrinya sebanyak dua kali. Sebab, dalam penembakan yang pertama, Muslimin melihat istrinya masih bisa berjalan.
“Jadi eksekutornya ini setelah nembak, pergi. Di 200 meter ada pos di sana. Kemudian ditelepon lagi, ‘itu istri saya enggak mati’. Kemudian (diminta) kembali lagi untuk dilakukan penembakan,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan satu buah proyektil yang diduga menembus tubuh korban saat pelaku melakukan penembakan pertama. Selain itu, polisi juga menemukan satu proyektil lainnya yang bersarang di tubuh korban.
Menurut Luthfi, temuan tersebut sesuai dengan keterangan saksi mengenai perintah penembakan yang diberikan Muslimin.
“Artinya dua kali tembakan matched (cocok) dengan apa yang diperintahkan oleh suami kepada eksekutor,” katanya.
Diketahui peristiwa penembakan itu terjadi pada Senin (18/7). RW, istri Kopda Muslimin, ditembak dua orang tak dikenal yang berboncengan sepeda motor.
Polisi telah menetapkan lima orang tersangka. Masing-masing berperan sebagai tim eksekutor, tim pengawas, dan penyedia senjata api.
Sementara Kopda Muslimin hingga kini masih dalam pengejaran polisi. Ia diduga menjadi dalang atas penembakan istrinya sendiri. *Arya