Di HUT Palas ke 15, Bonardon Nasution Cicil Utang Sama Istri

Padang Lawas, PUBLIKASI – Di momen Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Padang Lawas (Palas) ke 15 tahun 2022, salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Padang Lawas Bonardon Nasution, warga desa Paringgonan, Kecamatan Ulu Barumun, memanfaatkan mencicil utang kepada Istri, Senin 18 Juli 2022.

Tekait adanya utang Bonardon Nasution  sama istrinya yaitu biaya pengurusan bolak balik ke  Kantor DPR-RI di Jakarta dalam perjuangan pemekaran pada tahun 2005 ucap  Bonardon kepada PUBLIKASI di sela sela acara Hut Kabupaten Padang Lawas (Palas ) ke 15 tahun.

Kemudian kata Bonardon, kami sekeluarga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah yang telah memberikan  bingkisan tali asih kepada para tokoh pejuang pemekaran Kabupaten Padang Lawas dan bingkisan yang saya terima ini akan di berikan kepada istri saya sebagai bentuk mencicil utang saya kepada istri dalam perjuangan pengusulan pemekaran Kabupaten Padang Lawas.

Lanjut, saat itu kita berkeinginan mekar dari Kabupaten induk Tapanuli Selatan dan dalam rangka menindak lanjuti  perjuangan  usulan pemekaran pada tahun 1992, sehingga kami yang saat itu dari team 18 pada tahun 2005 berangkat ke DPR-RI di Jakarta dengan biaya masing masing, saat itulah saya mintak perhiasan istri berupa cincin dan gelang emas miliknya saya pakai dan saya jual untuk biaya biaya saya dalam rangka perjuangan pemekaran Kabupaten Padang Lawas yang sekarang ini, telah berusia 15 Tahun.

Ibu Khotdelina Harahap kepada Awak Media ini mengakui bahwa, apa yang dijelaskan suaminya Bonardon Nasution memang suatu kenangan yang cukup membanggakan buatnya, dimana pada tahun 2005 tersebut saya sempat melarang suami saya tidak usah ikut ikutan dalam perjuangan pemekaran tersebut,  namun karena desakan semangatnya untuk ikut berjuang akhirnya saya mengalah dan memberikan perhiasan saya di jual untuk mendapatkan biaya biaya nya ikut berjuang bersama temannya ke Jakarta.

“Memang saya sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Padang Lawas, yang masih mengingat  jasa jasa para tokoh pejuang pemekaran, Alkhamdulillah di momen peringatan Hari Jadi nya Kabupaten Padang Lawas,, suami saya masih bisa mencicil pengembalian perhiasan saya yang telah dijualnya, walaupun jumlah dan  nilainya tidak seberapa namun sangat berharga bagi kami,” pungkas Ibu Khotde. Soleh

Leave a Comment!