Jakarta, PUBLIKASI ‐ Lahan mangrove atau kawasan bakau seluas 46 hektare akan direlokasikan oleh Pemerintah pusat RI yang terkena imbas pembangunan Tol Semarang-Demak, Jawa Tengah.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan kawasan mangrove tersebut tersebar di tiga lokasi di lahan yang akan dijadikan tol pada seksi satu yaitu Semarang-Demak ruas Semarang – Sayung.
“Terdapat 3 lokasi kawasan mangrove yang akan direlokasi dengan total luas kurang lebih 46 hektar,” kata Basuki dalam keterangan tertulisnya dikutip Selasa (17/5).
Dalam pembangunan tol tersebut, Basuki mengklaim relokasi dilakukan guna melindungi kawasan mangrove yang berada di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa.
“Mulai dari tahap survei, investigasi, desain, pembebasan tanah (land acquisition), konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan (SIDLACOM),” kata dia.Ia juga mengklaim relokasi itu sudah selaras dengan prinsip-prinsip pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan dan berkelanjutan.
Sebagai informasi, Tol Semarang – Demak dibangun dengan skema Kerja Sama Badan Usaha dengan Pemerintah (KPBU) sepanjang 27 km akan terintegrasi dengan Tanggul Laut Kota Semarang.
Pembangunan Jalan Tol Semarang – Demak terbagi menjadi dua seksi, yakni Seksi 1 (Semarang/Kaligawe – Sayung) sepanjang 10,69 km. Sementara Seksi 2 (Sayung – Demak) sepanjang 16,31 km.
Basuki mengklaim tujuan pembangunan infrastruktur itu bukan hanya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa, namun juga memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan dan keberlanjutan.
Ia menjelaskan pelestarian mangrove bertujuan untuk mempertahankan fungsi hutan mangrove sebagai habitat flora dan fauna di pesisir Pantai Utara Jawa. Selain itu, pelestarian mangrove juga dilakukan untuk melindungi daerah garis pantai, termasuk mengurangi risiko abrasi. *Arya