Sambangi Anak Buah Di Kapal, Komandan KRI Tyo – 520 Ciptakan Suasana Lebaran Di KRI

Surabaya, PUBLIKASI- Pagi ini prajurit KRI Teluk Youtefa-522 dikejutkan dengan suara ‘prayen’ yang terdengar di seluruh ruangan-ruangan KRI, Ambon Ambon Medan Solo. Demikian bunyi pengumunan tersebut, hal itu artinya Komandan KRI baru saja memasuki kapal.

Para prajurit divisi jaga yang tidak aktif jaga dan prajurit tidur dalam cukup kaget dan bertanya-tanya, di pagi-pagi hari serta masih dalam suasana libur lebaran Komandan KRI Teluk Youtefa-522 Letkol Laut (P) Nyoman Armenthia berada di kapal yang saat ini sedang sandar di Dermaga Semampir Timur, Ujung, Surabaya.

Tidak berselang lama, terdengar kembali pengumuman, “Seluruh anggota yang tidak aktif jaga berkumpul di lounge room Perwira.”

Pagi ini, Selasa (3/5) secara khusus Komandan KRI TYO-522 datang ke kapal untuk mengajak seluruh prajurit yang stand by di KRI untuk melaksanakan makan pagi bersama dengan menu yang telah disiapkan oleh Komandan KRI, opor ayam spesial. Spesial karena opor ayam yang dihidangkan tersebut dimasak sendiri oleh Komandan KRI TYO-522. Luar biasa.

Letkol Nyoman Armenthia mengutarakan kegembiraannya bisa berbagi dengan anak buah, dan sengaja pagi-pagi datang ke KRI untuk mengajak anak buahnya makan bersama dengan didasari keinginan untuk berbagi dan menghibur prajurit KRI TYO-522 yang belum berkesempatan untuk melaksanakan cuti lebaran tahun ini karena tuntutan dinas namun masih bisa merasakan suasana lebaran meskipun di KRI serta tetap bisa merasakan makan pagi dengan menu lebaran, opor ayam, dan makan bersama dengan orang-orang terdekatnya saat ini, yaitu keluarga besar KRI Teluk Youtefa-522.

“Semoga dapat menghibur dan menyemangati mereka ketika menjalankan tugas negara.” ungkapnya.

Menggarisbawahi arahan dan penekanan dari Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, Panglima Komando Lintas Laut Militer Laksda TNI Erwin S. Aldedharma mengajak seluruh Perwira jajarannya untuk semaksimal mungkin memberikan perhatian kepada anak buah beserta keluarganya. Perhatian tidak harus berupa materi, tapi perhatian yang dapat bersifat personal sesuai dengan kebutuhan dan suasana hati prajurit. Meskipun sebatas perhatian kecil namun bila dilakukan dengan tulus serta mampu menyentuh hati, dapat menjadi sesuatu yang luar biasa bagi prajurit. Hal tersebut dengan sendirinya akan menciptakan loyalitas dan ‘respect’ dari anak buah kepada atasannya. (Andi RR)

Leave a Comment!