Demonstrasi Mahasiswa Terbelah di Jogja, Massa Ingin Tutup Jalan

Yogyakarta, PUBLIKASI – Ratusan demonstrasi yang berasal dari berbagai elemen mahasiswa menggelar demo di Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta Senin (11/4) sore.

Mereka menolak wacana penundaan Pemilu 2024 maupun perpanjangan masa jabatan presiden, kenaikan harga BBM, kelangkaan minyak goreng, hingga mega proyek Ibu Kota Negara (IKN).

Mereka juga menolak kenaikan PPN 11 persen hingga mendesak penuntasan kasus kejahatan jalanan atau biasa disebut klitih di Yogyakarta.

Aksi unjuk rasa berjalan kondusif selama beberapa saat. Sampai pada akhirnya suara mereka terpecah.

Kelompok pengunjuk rasa di sisi timur meminta para pendemo membuat lingkaran besar sampai menutup jalan. Namun, orator di atas mobil komando mengingatkan massa satu suara.

Orator meminta pengunjuk rasa menghormati hak pengguna jalan dan memberikan ruang bagi kendaraan bermotor untuk melintas.

“Kita satu komando, kawan-kawan. Ingat, kita di sini bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk rakyat,” seru orator di atas mobil bak terbuka.

Namun, kelompok di sisi timur bersikeras meminta para pendemo membuat lingkaran besar. Mereka bahkan memaksa merangsek barikade petugas kepolisian dan menghalangi laju kendaraan bermotor dari arah barat, utara ke arah timur.

“Lingkaran besar, lingkaran besar, lingkaran besar,” demikian nyanyian para pengunjuk rasa di sisi timur.

“Lingkaran kecil, lingkaran kecil, lingkaran kecil,” sahut para pengunjuk rasa di sisi tengah dipimpin orator.

“Tutup, tutup, tutup jalannnya. Tutup jalannya sekarang juga,” balas pendemo di area timur.

Satu pengendara motor sempat terjatuh lantaran terdorong massa yang ingin menutup jalan utama.

Massa terpantau mulai meninggalkan lokasi aksi pukul 16.15 WIB. Kondisi lalu lintas pun berangsur normal setelahnya.

Mario Erlanda dari GMNI sementara mengklaim aksi ini diikuti ratusan orang. Menurutnya, ia dan rekan-rekan di lapangan satu suara menyerukan tujuh tuntutan.

Sementara, terkait beda suara soal blokade jalan tadi, Mario menganggap itu hal biasa dan tak perlu dibesar-besarkan.

“Biasa, dinamika dalam pergerakan,” ujarnya.

Demo mahasiswa hari ini digelar di sejumlah kota, mulai dari Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Makassar, Kendari, hingga Ambon. *Arya

Leave a Comment!