Ganjar Pranowo Berencana Menginap di Desa Wadas

Jakarta, PUBLIKASI – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan diskusi terkait lahan tambang batu andesit dengan warga Desa Wadas belum memuaskan. Ia pun berencana kembali lagi untuk berdialog sekaligus menginap di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo.

“Saya yakin rembugan hari ini belum memuaskan bapak ibu warga Desa Wadas. Begitupun saya, masih ingin mendengar lebih banyak lagi. Maka tadi saya minta izin jika dalam waktu dekat akan kembali lagi ke Wadas untuk menginap. Alhamdulillah diizinkan,” tulis Ganjar.

Ganjar mengaku kedatangannya kali ini untuk mendengar langsung suara warga Wadas. Ia pun berencana menginap di Desa Wadas untuk melanjutkan dialog yang belum tuntas.

“Biar Pak Ganjar tahu, ‘bisa ngombe banyune Wadas’ (bisa minum airnya Desa Wadas), bisa merasakan, nanti saya tidur di desa ini. Boleh tidak, bu?” kata Ganjar.

“Iya,” kata warga Wadas yang hadir dalam pertemuan.

“Jadi saya bisa minum airnya, bisa napas dengan udaranya di sini, dengan panjenengan bisa tahu, ya semoga dengan begitu jadi beres. biar njenengan tidak berjalan sendiri,” ujar Ganjar melanjutkan.

Ganjar pun meminta warga Wadas menjaga kerukunan. Menurutnya, masyarakat tak perlu sampai bertengkar meskipun belum satu suarat terkait rencana tambang batu andesit untuk Bendungan Bener.

“Saya titip dijaga kerukunannya. Biar nanti kalau orang masuk ke sini aman. Biarpun belum cocok keputusannya, tidak usah gontok-gontokan, ya,” ujarnya.

Dalam video tersebut, Ganjar terlihat mendapat buah tangan dari para warga, seperti duren hingga pete. Ia mengucapkan terima kasih atas oleh-oleh yang diberikan warga.

“Sekedar kenang-kenangan, ini sebagian kecil pak dari hasil bumi desa kami,” kata seorang warga kepada Ganjar.

Sebelumnya, Ganjar bertemu dengan sejumlah warga Desa Wadas terkait rencana tambang batu andesit di desa tersebut, Minggu siang. Ia berharap dialog bersama warga ini bisa melahirkan solusi.

Ganjar telah mendatangi Desa Wadas dan menyampaikan sejumlah pernyataan sehari setelah kedatangan aparat yang mengawal pengukuran lahan tambang untuk Bendungan Bener. Ia meminta maaf jika ada tindakan represif aparat kepada warga Desa Wadas. *Arya

Leave a Comment!