Semarang, PUBLIKASI – Kota Semarang meniadakan pembelajaran tatap muka (PTM) selama dua pekan akibat lonjakan Covid-19 yang terus meningkat penyebarannya.
“Setiap hari terus mengamati pergerakan grafik penderita Covid-19 di Kota Semarang dalam kurun waktu dua minggu terakhir terjadi tren kenaikan berikut penyebarannya,” ucap Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, di Balai Kota Semarang, Jumat (4/2) malam.
“Jadi kebijakan yang akan kita ambil yaitu Pembelajaran Tatap Muka mulai hari Senin akan off dulu selama dua minggu. Jadi untuk sementara anak didik kita belajar dari rumah kembali dengan sistem pembelajaran jarak jauh,” lanjutnya.
Menurut politikus yang akrab dipanggil Hendi ini, peningkatan kasus Covid-19 selama dua pekan ini memiliki pola serupa dengan karakteristik varian Omicron.
“Bisa dilihat di portal kami siagacorona semarang, kamis kemarin itu masih 67 kasus, sekarang Jumat langsung jadi 149 kasus. Pihak Dinas Kesehatan menilai lonjakannya seperti varian Omicron,” kata kader PDIP ini.
Saat ini, katanya, ada empat klaster yang memicu lonjakan Covid-19 di Kota Semarang, yakni sekolah, perkantoran, pabrik dan rumah tangga. Meski demikian, saat ini pihaknya belum memutuskan untuk meningkatkan level PPKM atau tidak.
“Masih kita evaluasi, menunggu koordinasi dengan Provinsi dan Pusat. Kalau memang untuk kebaikan semua, ya apa boleh buat,” ujar Hendrar. *Arya