Dua Polisi Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan di Jaktim

Jakarta, PUBLIKASI – Dua anggota polisi bernama Tamrin Pardede dan Samuel Siahaan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pengeroyokan terhadap remaja di Jakarta Timur.

Selain dua anggota polisi itu, seorang warga sipil bernama Josua Situmeang juga turut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Sudah ditetapkan tersangka tiga-tiganya,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi saat dikonfirmasi, Kamis (6/1).

Dalam kasus ini, polisi menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Ketiganya juga akan segera diperiksa sebagai tersangka dalam waktu dekat.

“Minggu depan Insya Allah, kita cari waktu yang tepat,” ucap Ahsanul.

Kasus ini bermula dari laporan korban berinisial ADA ke Polres Metro Jakarta Timur. Ada tiga yang dilaporkan, dua di antaranya anggota Polri atas nama Tamrin Pardede dan Samuel Siahaan. Sedangkan satu lainnya adalah warga sipil bernama Josua Situmeang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan sebelumnya mengatakan pengeroyokan ini terjadi pada 11 November lalu di daerah Bidara Cina, Jakarta Timur.

Peristiwa ini bermula saat terlapor Tamrin dan Josua datang ke lokasi sekitar pukul 01.40 WIB menggunakan mobil Honda Brio bernomor polisi F-1699-ZMB dengan tujuan ke rumah Josua.

Namun, setibanya di lokasi ternyata portal telah ditutup dan kedua terduga pelaku pun menunggu untuk dibuka. Tiba-tiba sekitar 15 orang datang dan mengerumuni kendaraan terduga pelaku serta mencoba membuka pintu mobil.

Kemudian, salah satu orang dari kelompok itu memecahkan kaca mobil. Lalu, terduga pelaku memundurkan kendaraannya dengan kecepatan tinggi hingga kendaraan rusak di bagian belakang akibat menabrak gapura.

Usai kejadian, ketiga pelaku kemudian mencari anak-anak tersebut dan mengamankan dua orang. Setelahnya, pelaku memukuli kedua korban dengan menggunakan tangan kosong dan tongkat Polri.

Akibatnya, korban berinisial ADA mengalami luka robek di bagian kepala kanan belakang telinga, sakit kepala, dada nyeri, dan mengalami pendarahan. Korban pun mesti menjalani perawatan di RS Polri. *Arya

Leave a Comment!