Jakarta, PUBLIKASI – Musisi I Gede Ari Astina atau Jerinx mengaku dimintai uang sejumlah Rp15 miliar oleh pegiat media sosial Adam Deni Gearaka sebagai syarat pencabutan laporan atas kasus dugaan pengancaman.
Hal itu diketahui saat Jerinx diwakili kuasa hukumnya, Sugeng Teguh Santoso, membacakan nota keberatan atau eksepsi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (22/12).
“Pihak AD (Adam Deni) menyatakan laporan bisa saja dicabut tapi biayanya sangat tinggi. Dia menulis angka Rp15 miliar di atas kertas dan disampaikan ‘BISA NEGO’,” ujar Sugeng.
“Kemudian terdakwa menanyakan berapa bisa nego, dan dijawab Rp10 miliar dan AD mengaku uang tersebut untuk bos-bos di belakangnya yang mendukung untuk memenjarakan terdakwa,” sambungnya.
Namun, Jerinx tidak mempunyai uang Rp10 miliar sebagaimana permintaan Adam. Sebagai gantinya, Jerinx menawarkan tanah di Pecatu seharga Rp4 miliar. Tawaran itu mendapat penolakan dengan alasan ‘bos-bos’ di belakang Adam menginginkan Rp10 miliar.
“Di dalam pertemuan tersebut pihak AD juga menyampaikan bahwa bos-bos tersebut kekuatannya di atas presiden. Bahkan, AD berkata jika misalnya dia membunuh orang besoknya dia sudah bisa bebas dari jerat hukum,” ucap Sugeng.
Dalam pertemuan itu, Jerinx mengaku diminta Adam agar tidak memakai jasa I Wayan ‘Gendo’ Suardana sebagai pengacaranya karena yang bersangkutan sudah ditarget oleh bos-bos.
“Dan kalau terdakwa pakai Gendo sebagai lawyer maka hukuman akan berat yaitu 3 tahun di penjara. Pihak AD menyarankan agar terdakwa memakai lawyer lain, yaitu lawyer yang bekerja di bawah satu payung firma hukum yang sama dengan pengacara AD,” ucap Sugeng.
Sugeng menjelaskan peristiwa tersebut terjadi di Raffles Hotel Kuningan pada 19 November 2021. Pertemuan itu sebagai bagian pelaksanaan restorative justice, yakni suatu pendekatan yang menitikberatkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku dan korban.
Jerinx diadili karena didakwa melakukan pengancaman berisi kekerasan terhadap Adam Deni Gearaka. Ia didakwa melanggar Pasal 29 Jo Pasal 45 B UU ITE serta Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) UU ITE. *Arya