Jakarta, PUBLIKASI – Sudah hampir sebulan banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) belum kunjung surut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang mencatat, sampai saat ini, sebanyak 35.807 KK atau 124.497 warga terdampak. Dari jumlah warga yang terdampak itu, sebanyak 25.884 orang terpaksa harus mengungsi.
Berdasarkan data BPBD Sintang, warga mengungsi tersebar di 32 posko pengungsian yang ada di 12 kecamatan di Sintang. Selain itu, terdapat juga 24 dapur umum dan 5 posko.
Sugiyanto mengatakan, kondisi banjir di Sintang mulai surut di sejumlah titik sejak kemarin, Senin (16/11). Namun, tinggi air di sejumlah titik yang merendam pemukiman warga itu masih ada yang berkisar 1-3 meter.
“Kira-kira (surut) 1 – 50 sentimeter,” ujarnya.
Namun, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, sebanyak 61 dari 77 gardu PLN di Sintang masih padam.
Ia berkata sampai saat ini, pihak PLN masih terus melakukan perbaikan di lapangan.
“Dari total gardu terdampak, sebanyak 16 gardu sudah berfungsi normal, sedangkan 61 lainnya masih padam,” ujarnya.
Lanjutnya, ia juga mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga. Ia menuturkan, sampai hari ini, status Sintang masih tanggap darurat banjir.
“Khususnya menghadapi bahaya banjir susulan. BNPB mengimbau warga untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di saat darurat, seperti saat proses evakuasi maupun di pos pengungsian,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/11). *Arya